Prilaku Produsen dan Struktur Pasar

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah, rahmat dan ridhonya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah softskill.

Dalam makalah ini, penulis menyadari bahwa hasil yang dicapai masih jauh dari sempurna, terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penyajian materi maupun tata bahasa penulisan. Oleh karena itu penulis sangat berterima kasih atas kritik dan saran yang bersifat membangun dalam perbaikan serta koreksi bagi penulis.

Akhir kata penulis persembahkan makalah ini  agar dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Jakarta,  April 2010

DAFTAR ISI

Kata pengantar

BAB 5 Perilaku Produsen

  1. Produsen dan Fungsi Produksi

1.1     Produsen

1.2     Fungsi Produsen

  1. Produksi Optimal

Lembar Jawab Evaluasi

BAB 6&7 Ongkos dan Penerimaan

  1. Macam-macam Ongkos

2.  Kurva Ongkos

3.  Penerimaan (Revenue)

  1. Keuntungan Maximum
  • Pendekatan Total
  • Pendekatan Marginal
  • Pendekatan Rata-Rata

Lembar Jawab Evaluasi

BAB 8&9 Struktur Pasar

  1. Pasar Persaingan Sempurna
  2. Pasar Monopoli
  3. Pasar Monopolistis
  4. Pasar Oligopoli

Lembar Jawab Evaluasi

Daftar Pustaka

BAB 5  Perilaku Produsen

1. Produsen dan Fungsi Produksi

1.1 Produsen

Kebutuhan konsumen terhadap barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup perlu proses, karena barang tersebut harus diadakan proses pembuatannya yang dilakukan di perusahaan atau pabrik-pabrik yang memerlukan berbagai faktor-faktor, misalnya modal, tenaga kerja, alam dan juga teknologi yang akan mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan produsen.

Jadi jumlah produksi Quantity (Q) diperngaruhi oleh besarnya modal Kapital (K). kemampuan tenaga kerja Labour (L) kondisi alam Resousces (R) yaitu letak tempat yag strategis serta dipengaruhi oleh Technology (T) yang digerakan dalam proses produksi dan keahlian maka hal ini merupakan persamaan fungsi produksi yang secara matematis sebagai berikut:

Q = F (K, L, R, T)

Kegiatan dalam pembuatan /proses terjadinya barang atau jasa merupakan kegiatan produksi yang bersifat menambah manfaat suatu benda atau jasa. Dalam kegiatan sehari-hari produsen untuk memproduksi barang/jasa selalu memperhitungkan kepentingan produsen dan juga konsumennya. Karena pada dasarnya produsen berorientasi pada bagaimana untuk memperoleh keuntungan tetapi konsumenpun merasa terpenuhi kebutuhan dengan memperoleh kepuasan. Jadi dalam upaya mencapai tujuan tersebut tentu ada criteria yang menjadi patokan dasar dalam memproduksi barang/jasa untuk memperoleh tujuan. Tentu ada langkah-langkah atau sistem dan manajemen yang baik untuk menuju pada barang/jasa yang dapat memuaskan konsumen dan ada perhitungan-perhitungan tertentu untuk memperoleh keuntungan (pasif) bagi produsen, tetapi dalam hal upaya memperoleh profit (keuntungan) kadang-kadang perusahaan tidak berfikir bahwa efeknya merugikan konsumen dan pada akhirnya nanti akan merugikan produsen itu sendiri. Berarti perlu perhitungan dan perhatian yang matang dalam melakukan kegiatan produksi bagi produsen untuk mencapai keberhasilan.

1.2 Fungsi Produsen

Kegiatan produksi menyangkut dua persoalan utama. Persoalan pertama menyangkut input (masukan), yaitu  segala sesuatu yang dimasukkan dalam proses produksi. Misalnya bahan mentah, modal, dan meisn-mesin. Input tersebut sebelumnya telah kita kenal dengan istilah-istilah faktor-faktor produksi. Persoalan kedua, yaitu menyangkut output (keluaran) adalah hasil yang dikeluarkan proses produksi. Dengan demikian yang disebut fungsi produksi adalah hubungan fungsional yang terdapat antara input dan output.

PERSAMAAN FUNGSI PRODUKSI

Secara matematis, fungsi produksi merupakan persamaan yang menunjukkan hubungan antara input dan output. Persamaan tersebut dapat ditulis dengan symbol sebagai berikut.

B = F(S,T,M,KT)

Keterangan:

B = jumlah barang/jasa yang dihasilkan (output)

F = fungsi, symbol persamaan fungsional

S = sumber daya alam

T = tenaga kerja

M = modal/sarana

KT = kewirausahaan dan sarana

Dari persamaan tersebut, dapat diketahui bahwa besarnya output yang dihasilkan (B) dalam proses ditentukan oleh kuantitas dan kualitas dari sumber daya alam, tenaga kerja, modal, keahlian pengusaha, (kewirausahaan) dan tingkat teknologi yang digunakan didalam proses produksi sehingga dapat disimpulkan bahwa output adalah fungsi dari input. Artinya, barang yang dihasilkan merupakan akibat dari input dimasukkan. Apabila salah satu faktor produksi sebagai input mengalami perubahan, maka output akan berubah sesuai dengan besar-kecilnya pengaruh faktor produksi yang bersangkutan terhadap outputnya.

2. Produksi Optimal

Seiring dengan semakin banyaknya penduduk dan majunya peradaban dan kebudayaan manusiapun semakin maju. Demikian pula kebutuhan, cara hidup, dan teknologi. Selain itu, terjadinya globalisasi ekonomi mendorong kegiatan produksi ditujukan untuk memenuhi pasar internasional sehingga dituntut untuk menciptakan barang yang berkualitas supaya mampu bersaing.

Dengan memproduksi barang dan jasa akan terbuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Pendapatan yang meningkat mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan kemakmuran.

Oleh karena untuk mendapatkan produksi yang optimal adalah

  1. memperbanyak jumlah barang/jasa
  2. menghasilkan barang/jasa yang berkualitas tinggi.
  3. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan serta perkembangan teknologi.
  4. Mengganti barang yang rusak (aus) atau habis.
  5. Memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga
  6. Memenuhi pasar internasional
  7. Mendapatkan keuntungan
  8. Meningkatkan kemakmuran

Sesuai dengan batasan produksi barang dan jasa yang dihasilkan adalah hasil suatu kegiatan atau usaha manusi. Untuk menghasilkan produk tersebut dibutuhkan suatu proses tertentu yang disebut proses produksi.

Soal Latihan…

1.   Tujuan  Konsumsi adalah….

a.  Memanfaatkan hasil produksi

b.  Mengurangi pengangguran

c.  Menghabiskan barang dan jasa

d. Memenuhi kebutuhan hidup

2.   Yang termasuk kegiatan produksi adalah…

a.   Petani memupuk tanaman

b. Peternak sapi memerah susu

c.   Pengrajin garabah menjajakan tanaman

d.   Pelukis mengadakan pameran hasik karyanya

3.   Tujuan produksi antara lain untuk:

1.   menghasilkan barang-barang yang berkualitas tinggi

2.   mencari keuntungan yang sebesar-besarnya

3.   memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri

4.   untuk menyaingi perusahaan yang memproduksi barang yang sama

Pernyataan yang benar adalah…

  1. 1,2,3

b 1,2,3

c.   1,2,3,4

d.   1,3

4.   Yang dimaksud fungsi produksi adalah…

a.   hubungan antara jumlah input yang diperlukan dan jumlah output yang dihasilkan

b.   hubungan hasil produksi yg dapat menentukan tercapainya pendapatan

c.   suatu wadah untuk menghasilkan baranjg atau jasa dalam hal memnuhi kebutuhan

d.   setiap tindakan untuk mengubah sesuatu benda dupaya dapat memenuhi kebutuha

5.   Pola konsumsi suatu keluarga dalam masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti berikut ini, kecuali…

a.   besar kecilnya tingkat tabungan yang diinginkan

b.   besar kecilnya tingkat penghasilan yang diperoleh

c.   besar kecilnya jumlah anggota kerja

d lingkungan tempat tinggal dimana keluarga itu berbeda

6.   Perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang sifatnya berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, kecuali…

a.   selera konsumen

b.   intensitas kebutuhan

c.   pendapatan seseorang

d. ada tidaknya barang subsitusi

7.   Orang memberikan nilai kepada suatu  benda karena benda itu dapat…

a.   dipakai dan dapat dijual

b. dikonsumsi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan

c.   dipakai dan dapat diuangkan

d.   dipakai dan dapat dijual

8.   Keberhasilan produksi akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan sifat-sifat kekayaan alam, diantaranya adalah…

a.   kesanggupan kekayaan alam terbatas

b. banyaknya barang/jasa yang habis dikonsumsi oleh manusia

c.   kebudayan semakin maju

d.   Penduduk selalu berkurang

9.   Urutan kegiatan produksi suatu barang dengan mengolah bahan baku atau bahan mentah  menjadi barang jadi disebut…

a.   produksi industri

b. proses produksi

c.   faktor produksi

d.   faktor industrie

10. Berikut ini merupakan yang termasuk dalam pengertian produksi keculi…

a.   Ibu yang sedang memasak di dapur

b.   pedagang buah-buahan yang sedang memborong dagangan

c.   pengemudi yang sedang mengangkut penumpang

d.   editor yang sedang menyunting naskah

JAWABAN…

1.   d

2.   b

3.   b

4.   a

5.   d

6.   d

7.   b

8.   b

9.   b

10. a

BAB 6&7 Ongkos dan Penerimaan

Tindakan pertama bagi seorang pengusaha dalam mendirikan suatu perusahaan adalah menentukan/memilih bentuk organisasinya, apakah berbentuk perusahaan perorangan, persekutuan atau kooperatif; selanjutnya menentukan tujuan pokok organisasi, agar dapat memperoleh keuntungan, baru kemudian melihat kepada bentuk pasar.

Dan untuk membuat keputusan perusahaan yang benar, maka pengusaha harus melihat kepada total penerimaan dan ongkos, jika keliru dalam melakukan penafsiran kedua hal tersebut, maka perusahaan akan membuat keputusan yang dapat merugikan.

Didalam pemakaian faktor produksi untuk memproduksi suatu jenis barang sangat tergantung kepada produktivitas, harga dan waktu yang tersedia bagi perusahaan.

Sehubungan dengan waktu yang tersedia bagi suatu perusahaan tersebut untuk menghasilkan suatu output tertentu dapat dibedakan menjadi tiga periode waktu, yaitu:

a)     The Market Period

b)     The Short Run Period

c)     The Long Run Period

Pengertian Ongkos Produksi

Ongkos produksi secara umum dapat dinyatakan yaitu segala biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Disamping pengertian umum tersebut, ada 2 macam pengertian ongkos, yaitu :

1)     Economic Cost, yaitu ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua faktor produksi untuk menghasilkan output tertentu;

2)     Accounting Cost, yaitu ongkos yang pengertiannya hampir sama dengan economic cost, tetapi ongkos disini dinyatakan secara tegas dalam pembukuan, sehingga ada istilah

(a)    Explicit cost, yaitu ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan.

(b)   Implicit cost, yaitu ongkos produksi yang tidak terlihat dalam pembukuan.

Ditinjau dari sudut waktu, ongkos dapat dibedakan menjadi :

  1. Ongkos Jangka Pendek.
  2. Ongkos Jangka Panjang.

Jenis-jenis Ongkos Produksi

Ongkos produksi dapat dibagi ke dalam 5 macam :

1)     Biaya Tetap (Fixed Cost : FC) yaitu, merupakan balas jasa dari pada pemakaian faktor produksi tetap (fixed factor), yaitu biaya yang dikeluarkan tehadap penggunaan faktor produksi yang tetap dimana besar kecilnya biaya ini tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output yang dihasilkan.

2)     Biaya tidak tetap (Variabel cost : VC), yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan sebagai balas jasa atas pemakaian variabel faktor, yang besar kecilnya dipengaruhi langsung oleh besar kecilnya output.

3)     Biaya Total (Total cost : TC), yaitu merupakan jumlah keseluruhan dari biaya tetap dan biaya tidak tetap.

4)     Biaya Rata-rata (Avarage Cost : AC), yaitu merupakan ongkos persatu satuan output; baik untuk biaya rata-rata tetap (avarage fixed cost) dan biaya rata-rata variabel (avarage variable cost) dan rata-rata total (avarage total cost), diperoleh dengan jalan membagi biaya Total dengan jumlah output yang dihasilkan.

5)     Biaya Marginal (Marginal cost : MC), yaitu merupakan biaya tambahan yang diakibatkan dari penambahan satu-satuan unit output.

6)     Biaya Tetap Rata-Rata (Avarage fixed cost : AFC), biaya hasil bagi biaya tetap dengan jumlah yang dihasilkan.

7)     Biaya Variabel Rata-Rata (Avarage Variable cost : AVC), diperoleh dengan jalan membagi biaya variabel dengan jumlah produk yang dihasilkan.

Ongkos Jangka Panjang

Ciri dasar daripada jangka waktu panjang (Long Run) adalah dimana pengusaha tidak memiliki ongkos tetap, semua ongkos adalah merupakan variabel cost/berubah atau tidak tetap, karena semua faktor produksi bersifat variabel faktor tidak ada yang bersifat fixed factor dalam jangka waktu panjang.

The long run avarage cost curve (LRAC) adalah suatu kurva yang memperlihatkan ongkos rata-rata minimum dari masing-masing tingkat output.

Pengertian Penerimaan

Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).

Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya. Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P

Jenis-jenis Penerimaan

1. Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya,

dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :

  1. Positif;
  2. Sama dengan nol;
  3. Negatif.

Ongkos Jangka Panjang

Ciri dasar daripada jangka waktu panjang (Long Run) adalah dimana pengusaha tidak memiliki ongkos tetap, semua ongkos adalah merupakan variabel cost/berubah atau tidak tetap, karena semua faktor produksi bersifat variabel faktor tidak ada yang bersifat fixed factor dalam jangka waktu panjang. The long run avarage cost curve (LRAC) adalah suatu kurva yang memperlihatkan ongkos rata-rata minimum dari masing-masing tingkat output.

Soal Latihan

1. Tindakan pertama bagi seorang pengusaha dalam mendirikan suatu perusahaan adalah

  1. Menentukan bentuk organisasinya, apakah perusahaa, perorangan, persekutuan atau kooperatif.
  2. Mengumpulkan modal sebanyak-banyaknya utnuk membuka suatu usaha.
  3. Menentukan orang-orang yang akan bergabung didalamnya.
  4. Menentukan jenis barang produksinya.

2. Sedangkan untuk membuat keputusan perusahaan yang benar, maka pengusaha harus melihat kepada :

  1. Hasil produksi saja
  2. Total penerimaan dan ongkos
  3. Total ongkos saja.
  4. Target yang dicapai saja.

3. Didalam pemakaian factor produksi untuk memproduksi suatu jenis barang sangat tergantung kepada :

  1. Harga dan waktu
  2. Harga
  3. Produktivitas, harga dan waktu
  4. Produktivitas

4. Sehubungan dengan waktu yang tersedia bagi suatu perusahaan untuk menhasilkan suatu output tertentu dapat dibedakan menjadi tiga periode waktu yaitu :

  1. Market period, Short period, dan Longtime
  2. Longtime period, Shorttime period, danmarket period
  3. Longtimeperiod dan short period.
  4. Market period,Short run period, dan long run period

5. Pengertian ongkos produksi secara umum dapat dinyatakan sebagai :

  1. Segala biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.
  2. Segala biaya yang dimiliki oleh pengusaha.
  3. Segala biaya yang dikeluarkan untuk menggaji karyawan suatu perusahaan.
  4. Segala keuntungan dari hasil proses produksi.

6. Berikut adalah pengertian dari Economic Cost kecuali :

  1. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
  2. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu.
  3. Ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan.
  4. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.

7. Accounting Cost yaitu :

  1. Ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan
  2. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.
  3. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
  4. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu.

8. Explict Cost yaitu :

  1. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
  2. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu.
  3. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.
  1. Ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan.

9. Implict Cost yaitu :

  1. Ongkos produksi yang tidak terlihat dalam pembukuan.
  2. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.
  3. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
  4. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu

10. Berikut adalah cirri-ciri ongkos jangka panjang :

  1. Ongkos yang telah direncanakan oleh seorang pengusaha untuk janka waktu yang panjang.
  2. Dimana Pengusaha tidak memiliki ongkos tetap.
  3. Dimana pngusaha memiliki ongkos tetap
  4. Ongkos rata – rata minimum dari masing – masing tingkat output.

Jawaban..

  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. a
  6. b
  7. c
  8. d
  9. a

10.  b

BAB 8&9 Struktur Pasar

1. Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna dalah suatu pasar yang ditandai oleh tidak adanya persaingan yang bersifat pribadi (rivalty) diantara perusahaan-perusahaan (penjual/produsen) yang ada di pasar tersebut. Dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition) yang sering disebut juga dengan pasar persaingan murni (pure competition) adalah pasar dimana pihak penjual (produsen) dan pihak pembeli (konsumen) sudah saling mengetahui keadaan pasar. Kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dari masing-masing pihak tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar. Pihak penjual (produsen) harus menjual barangnya sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Pasar persaingan sempurna akan muncul pada keadaan dimana terdapat banyak penjual (produsen) dan masing-masing memproduksi/menjual barang yang identik atau homogen sehingga mereka sangat kecil kemungkinannya untuk dapat mempengaruhi situasi pasar. Tindakan seorang penjual (produsen), menaikkan harga ataupun menurunkan harga tidak akan mempengaruhi keadaan pasar. Bagi penjual (produsen) yang menurunkan harga, tidak akan mampu memenuhi semua permintaan dan sebaliknya yang menaikkan harga, akan mengalami kerugian karena ditinggalkan pembelinya.

Kurva permintaan yang dihadapi oleh masing-masing penjual (produsen) dalam pasar persaingan sempurna adalah berbentuk horizontal swejajar dengan sumbu keluaran (Q). Hal ini juga berarti penjual (produsen) menghadapi kurva permintaan yang elastis sempurna, dengan demikian berapa pun kuantitas barang yang ditawarkan penjual (produsen) akan terjual semua dengan tingkat harga yang berlaku di pasar. Kurva permintaan tersebut juga merupakan kurva penerimaan rata-rata (average revenues curve) dan juga kurva penerimaan batas (marginal revenue) bagi penjual (produsen).

2. Pasar Monopoli

Merupakan pasar yang dikuasai oleh satu penjual (produsen), dalam pasar monopoli barang yang dijual bersifat lain dari pada yang lain (unique product), tidak ada barang subsitusi terhadap barang yang dijual oleh penjual (produsen) tunggal tersebut, dengan demikian penjual (produsen) dapat menentukan harga pasar sehingga dapat memaksimalkan keuntungan yang akan diperolehnya. Pada pasar monopoli ada hambatan bagi penjual (produsen) lain untuk masuk dalam pasar sebagai pesaing.

Penyebab terjadinya monopoli antaralain :

  • Menguasai bahan mentah, misalnya daerah Tulung Agung Jawa Timur dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai penghasil Marmer berkualitas tinggi.
  • Adanya undang-undang yang mengaturnya, misalnya PLN (Perusahaan Listrik Negara) diberi hak monopoli oleh Negara untuk memproduksi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi rakyat banyak, sebagaimana diatur dalam Undang-undang 1945.
  • Produsen memiliki pengetahuan yang khusus (exclusive knowledge) tentang produksi atau memiliki salah satu (beberapa) sumberdaya yang penting dan kemudian ia merahasiakannya.
  • Perusahaan memperoleh hak paten untuk barang yang dihasilkannya.
  • Ukuran pasar yang begitu kecil untuk dilayani lebih dari satu perusahaan yang mengoperasikannya skala perusahaan secara optimum, seperti dalam bidang transportasi (kereta api)
  • Kebijaksanaan limitasi harga (limit pricing policy) produsen menetapkan harga sampai satu tingkat terendah dengan tujuan agar perusahaan-perusahaan baru tidak dapat masuk ke pasar. Kebijaksanaan limitasi harga (limit pricing policy) pada umumnya akan didukung dengan promosi penjualan secara besar-besaran dan kebijaksanaan deferensiasi produk (product differentiation)

3. Pasar Monopolistis

Pasar monopolistis adalah pasar yang relatif baru bila dibandingkan dengan pasar monopoli dan pasar oligopoli. Pasar persaingan monopolistis baru dikembangkan oleh para ahli ekonomi pada tahun 1930 oleh E. Chamberlin dan Joan Robinson. Pasar persaingan monopolistis merupakan pasar yang berada di antara pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli. Pasar persaingan monopolistis mempunyai ciri-ciri yang terdapat pada pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan monopoli. Dikatakan mirip dengan pasar persaingan sempurna, karena ada kebebasan bagi perusahaan sebagai penjual (produsen) untuk masuk pasar dan keluar lagi, akan tetapi barang yang diperjualbelikan dibedakan (differentiated) melalui berbagai macam program promosi penjualan. Dengan demikian pasar persaingan monopolistis adalah suatu keadaan dimana terdapat banyak penjual (produsen) yang berkaitan erat tetapi bukan penjual/penghasil barang yang sama. Barang yang diperjual-belikan pada pasar persaingan monopolistis hanya satu jenis saja, akan tetapi mempunyai perbedaan-perbadaan dalam hal bentuk, kualitas atau ukurannya. Pasar monopolistis banyak dijumpai pada sector jasa, misalnya salon, butik dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Pasar Persaingan Monopolistis

  • Terdapat banyak penjual/produsen di pasar.
  • Barang yang diperjualbelikan mnerupakan differentiated product.
  • Para penjual memiliki kekuatan monopolis atas barang produksinya sendiri. Oleh karena itu, harus memperhitungkan persaingan dengan barang-barang lain yang sama, tetapi berbeda corak.
  • Untuk memenangkan persaingan setiap penjual/produsen aktif melakukan promosi/iklan.
  • Keluar-masuk pasar relative mudah dibandingkan dengan pasar monooli dan oligopoli.

4. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoly merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual (produsen). Barang yang diperjualbelikan pada pasar ini dapat bersifat homogen dan dapat juga bersifat diferensiasi. Pada pasar oligopoly pihak penjual (podusen) harus mempertimbangkan akan terjadinya persaingan dalam menetapkan harga jual dan strategi pemasaran.

Ciri-ciri Pasar Oligopoli

  • Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
  • Barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (differentiated product)
  • Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar.
  • Satu di antara para oligopolies merupakan market leader, yaitu penjual yang memiliki pangsa pasar yang terbesar. Ia memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual yang lainnya biasanya terpaksa mengikuti harga tersebut. Contoh,pasar air mineral di Indonesia merupakan suatu bentuk pasar oligopoly dan aqua merupakan market leader yang menguasai pangsa pasar 80%.

Macam-macam oligopoly

  • Oligopoly murni yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk homogen.
  • Oligopoly dengan pembedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.

Soal Latihan

1.   Tindakan seorang penjual (produsen), menaikkan harga ataupun menurunkan harga tidak akan mempengaruhi keadaan pasar, hal tersebut terjadi pada…

a.   Pasar persaingan sempurna

b.   pasar monopoli

c.   pasar komoditi

d.   pasar bebas

e.   pasar global

2.   Mengapa penjual (produsen) pada pasar persaingan sempurna menghadapi kurva permintaan yang elastis sempurna? Karena kurva permintaan yang dihadapi oleh masing-masing penjual (produsen) dalam pasar persaingan sempurna adalah berbentuk…

a.   horizontal sejajar dengan sumbu keluaran (Q)

b.   horizontal sejajar dengan sumbu keluran (P)

c.   vertical sejajar dengan sumbu keluaran (P)

d.   vertical sejajar dengan sumbu keluaran (Q)

e.   garis lengkung dari kiri bawah ke kanan atas.

3.   Salah satu pernyataan berikut bukan penyebab terjadinya monopoli, yaitu..

a.   Produsen memiliki pengetahuan yang khusus (exclusive knowledge) tentang produksi

b.   adanya undang-undang yang mengatur tentang tata cara mendirikan perusahaan

c.   ukuran pasar yang begitu kecil untuk dilayani lebih dari satu perusahaan

d.   perusahaan memperoleh hak patent untuk barang yang dihasilkannya

e.   kebijaksanaan limitasi harga ( limit pricing policy)

4.   Bagaimana sifat barang yang diperjuabelikan dalam pasar oligopoly? Bersifat…

a.   umum dan jumlahnya banyak dapat memenuhi semua konsumen

b.   khusus hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu tertentu

c.   terbatas hanya untuk memenuhi konsumen tertentu saja

d.   dapat menggantikan fungsi barang lain yang sejenis

e.   bersifat homogen dan dapat juga bersifat diferensiasi

5.   Hal penting yang harus dipertimbangkan pihak penjual (produsen) dalam pasar oligopoly maupun duopoly adalah..

a.   penjualan dengan cara langsung kepada setiap pembeli (konsumen)

b.   persaingan dalam menetapkan harga jual dan strategi pemasaran.

c.   persaingan dalam membuat desain barang yang diperjualbelikan

d.   pelayanan purna jual kepada setiap pembeli (konsumen)

e.   daya tahan atau kualitas barang yang diperdagangkan

6.   Pasar persaingan monopolistis baru dikembangkan oleh para ahli ekonomi pada tahun 1930 oleh…

a.   E. Chamberlin dan Joan Robinson

b.   Karl Marks dan Joan Robinson

c.   Adam Smith dan E. Chamberlin

d.   Karl Mark dan Adam Smith

e.   E. Chamberlin dan Karl Marks

7.   Barang yang diperjual-belikan pada pasar persaingan monopolistis hanya satu jenis saja, akan tetapi dan mempunyai..

a.   perbedaan-perbedaan dalam hal bentuk, kualitas atau ukurannya

b.   jumlah yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan pembeli (konsumen)

c.   kualitas yang mampu bersaing dengan produk Negara lain

d.   manfaat yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

e.   keterbatasan untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat

8.   Pada pasar persaingan sempurna tindakan salah satu penjual (produsen) mengurangi kuantitas barang yang ditawarkannya…

a.   tidak akan mempengaruhi jumlah permintaan barang tersebut di pasar

b.   tidak akan mempengaruhi harga barang tersebut di pasar

c.   akan mempengaruhi harga barang tersebut di pasar

d.   akan merugikan pihak penjual (produsen)

e.   akan merugikan pihak pembeli (konsumen)

9.   Pada pasar persaingan sempurna tindakan salah satu pembeli (konsumen), mengurangi kuantitas barang yang dimintanya…

a.   tidak akan mempengaruhi jumlah permintaan barang tersebut di pasar

b.   tidak akan mempengaruhi harga barang tersebut di pasar

c.   akan mempengaruhi harga barang tersebut di pasar

d.   akan merugikan pihak penjual (produsen)

e.   akan merugikan pihak pembeli (konsumen)

10. Bagaimana dengan sikap pemerintah dalam kegiatan pasar pada pasar persaingan sempurna?

a.   ada campour tangan dari pemerintah

b.   tidak ada campur tangan dari pemerintah

c.   adanya kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mengikat

d.   pemerintah dapatsaja berbentuk peraturan-peraturan

e.   pemerintah mempengaruhi keadaan perekonomian ataupun tingkat harga.

JAWABAN

  1. A
  2. A
  3. D
  4. E
  5. B
  6. A
  7. A
  8. A
  9. B

10.  E

Daftar Pustaka

Hera Susanti,Widyanti Soetjipo (1994),Pemandu belajar EKONOMI, Penerbit Erlangga

Drs.Achmad Widodo (2004), Ekonomi SMA kelas X, Penerbit yudhistira

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: