ekonomi

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah, rahmat dan ridhonya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah softskill.

Dalam makalah ini, penulis menyadari bahwa hasil yang dicapai masih jauh dari sempurna, terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penyajian materi maupun tata bahasa penulisan. Oleh karena itu penulis sangat berterima kasih atas kritik dan saran yang bersifat membangun dalam perbaikan serta koreksi bagi penulis.

Akhir kata penulis persembahkan makalah ini  agar dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Jakarta,  Maret 2010

DAFTAR ISI

Kata pengantar

BAB I  Ruang Lingkup Ekonomi

  1. Definisi dan Metodologi Ekonomi
  2. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
  3. Sistem Perekonomian

Lembar Jawab Evaluasi

BAB 2  Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

  1. Pengertian Permintaan

1.Hukum Permintaan

2.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi permintaan

  1. Pengertian Penawaran

1.Hukum Penawaran

2.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

  1. Penentuan Harga Keseimbangan

Lembar Jawab Evaluasi

BAB 3  Perilaku Konsumen

  1. Pendekatan Perilaku Konsumen
    1. Pendekatan Kardinal
    2. Pendekatan Ordinal
    3. Konsep Elastisitas
      1. Harga
      2. Silang
      3. Pendapatan

Lembar Jawab Evaluasi

1. Ruang Lingkup Ekonomi

A. Definisi dan Metodologi Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Akibat adanya kelangkaan, kita terpaksa harus memilih, dengan akibat timbulnya biaya kesempatan.

Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu ekonomi atau ekonomika atau economics adalah ilmu yang mempelajari manajemen rumah tangga tersebut.

Banyak pakar yang membuat definisi ilmu ekonomi. Salah satunya yang disusun oleh Paul A. Samuelson yang berbunyi : Ilmu ekonomi merupakan studi tentang perilaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya atau factor produksi yang langka dalam rangka memproduksi berbagai komoditas (barang dan jasa) untuk kemudian menyalurkannya kepada berbagai individu dalam suatu masyarakat.

Dalam definisi tersebut termuat pengertian-pengertian sebagai berikut :

  1. Perilaku Masyarakat. Yang dimaksud perilaku masyarakat disini dapat berupa perilaku individu/rumah tangga, perusahaan, industri, atau Negara.
  2. Sumbar daya / factor produksi. Sebagaimana diketahui sumber daya/factor produksi meliputi alam,manusia, modal, dan kewirausahaan. Sumber-sumber produktif tersebut bersifat langka, bukan barang yang berlimpah ruah sehingga harus digunakan secara cermat dan tepat.
  3. Kegiatan Produksi dan Penyaluran Hasil Produksi. Kegiatan produksi dilakukan untuk menghasilkan barang dan jasa kemudian dapat dikonsumsi.

Dalam ilmu ekonomi terdapat dua macam ilmu ekonomi, yaitu :

  1. Ilmu ekonomi mikro yang mempelajari cara kerja para pelaku ekonomi secara individu dan hubungan antar individu.
  2. Ilmu ekonomi makro yang mempelajari hubungan antar para pelaku ekonomi dalam skala yang lebih besar.

Metodologi Ilmu Ekonomi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Kegiatan membuat suatu barang atau jasa yang dibutuhkan dalam kegiatan perekonomian disebut kegiatan produksi, sedangkan pelakunya disebut produsen. Sebaliknya, kegiatan menggunakan atau membeli berbagai barang dan jasa yang telah diproduksi dalam kegiatan perekonomian disebut kegiatan konsumsi, sedangkan pelakunya disebut konsumen.

Pertemuan antara penjual dan pembali disebut pasar. Pasar ada yang bersifat konkrit, ada pula yang bersifat abstrak.

  • Pasar konkrit : dapat dilakukan disuatu tempat tertentu, seperti di pasar, di toko atau dilokasi tertentu.
  • Pasar abstrak : penjual dan pembelinya tidak langsung bertemu.

Kegiatan menyalurkan barang dan jasa yang diproduksi dari produsen ke konsumen disebut kegiatan distribusi.

Semakin baik kegiatan distribusinya, semakin banyak barang dan jasa yang diproduksi dapat disalurkan ke konsumen yang membutuhkannya.

Selain menyangkut barang dan jasa hasil produksi, distribusi juga menyangkut factor produksi. Distribusi factor produksi diperlukan untuk alokasi sumber daya dalam berbagai kegiatan produksi. Sumber daya yang ada sangat terbatas dan tidak mungkin cukup memenuhi kebutuhan konsumen.

Pelaku Ekonomi

Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Untuk lingkup yang lebih luas, masyarakat di luar negeri juga dapat dianggap sebagai pelaku dalam kegiatan ekonomi.

Para pelaku kegiatan ekonomi pada dasarnya dapat dibagi kedalam tiga kelompok penting, yaitu :

  1. Rumah Tangga. Rumah tangga adalah seluruh individu yang tinggal didalam satu atap dan membuat keputusan secara bersama.

Anggota rumah tangga ini sering dikatakan sebagai konsumen karna mereka adalah pembeli dan pengkonsumsi utama dari barang dan jasa yang diproduksi

  1. Perusahaan. Perusahaan adalah pihak yang menggunakan berbagai factor produksi untuk memproduksi berbagai barang dan jasa.

Barang dan jasa  ini pada gilirannya akan dijual ke perusahaan lain, rumah tangga, dan pemerintah. Keadaan inilah yang menyebabkan perusahaan juga disebut sebagai produsen.

  1. Pemerintah. Pihak pemerintah dalm ilmu ekonomi mencakup seluruh badan-badan yang mewakili pemerintah, termasuk pemerintah daerah, departemen-depertemen, BUMN, bank sentral, dan berbagai badan di bawah wewenangnya.

Yang ada dalam kehidupan ekonomi adalah setiap orang bisa lebih baik bila memusatkan segenap tenaga dan perhatiannya ke bidang khusus yang terbatas, bukannya mengurus aneka bidang secara serentak.

Berikut ini adalah keuntungan dan kerugian pembagian kerja.

Keuntungan pembagian kerja :

  1. Produktifitas meningkat
  2. Standar kehidupan meningkat
  3. Pilihan produk bagi konsumen semakin banyak.

Kerugian pembagian kerja :

  1. Kebosanan meningkat
  2. Tidak ada variasi produk yang dihasilkan
  3. Pekerja sangat tergantung pada pekerja lain.

B. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga

Untuk mempertahankan kelangsungan hidup setiap manusia senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda sesuai dengan keadaan alam, tradisi dan lingkungan sosialnya. Kebutuhan manusia berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban, semakin maju peradaban manusia semakin besar dan komplek pula kebutuhannya.

Akibatnya, inti permasalahan ekonomi terutama berorientasi pada bagaimana pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas. Sasaran akhirnya mencapai kemakmuran masyarakat harus menghadapi masalah pokok ekonomi :

1. What (Barang apa yang akan diproduksi)

Menyangkut pilihan antara berbagai barang dan jasa yang akan diproduksi dengan kata lain pilihan-pilihan para konsumen merupakan factor penting dalam menentukan jenis kegiatan memproduksi yang harus dijalankan serta banyaknya barang yang harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan.

2. How (Bagaimana cara memproduksi)

Hal ini menyangkut proses produksi, teknologi apa dan bagaimana factor-faktor produksi akan digunakan sehingga tercipta efisiensi yang pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

3. For Whom (Untuk siapa barang diproduksi)

Persoalan ini menyangkut masalah untuk siapa barang dan jasa diproduksi serta kaitannya dengan masalah distribusi pendapatan masyarakatnya.

C. Sistem Perekonomian

Masalah ekonomi yang meliputi kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi yang terdapat disuatu Negara berbeda dengan dinegara lain. Kegiatan perekonomian dapat tercipta  dengan selaras dan serasi apabila kegiatan tersebut teratur.

Oleh karena itu, diperlukan sistem tertentu untuk menjalankan perekonomian agar kepentingan banyak orang dapat terpenuhi. Sistem tersebut dinamakan Sistem Perekonomian.

Secara garis besar sistem ekonomi terbagi menjadi 4 bentuk sebagai berikut;

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Masyarakat yang menjalankan sistem tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan “barter”, belum mengenal uang sebagai alat bayar, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.

Pada masyarakat yang menganut sistem tradisional masalah apa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi berjalan dengan sendirinya dan berlangsung secara terus menerus.

2. Sistem Ekonomi Sosialisis/Terpusat

Perekonomian dimana seluruh kebijaksanaan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Jadi persoalan-persoalan ekonomi hanya diselesaikan oleh pemerintah. Sistem ekonomi terpusat ini dilaksanakan dinegara-negara sosialis dan komunis serta Republik Rakyat Cina. Tokoh Ekonomi yang mempeloporinya adalah Karl Marx.

3. Sistem Ekonomi Liberal/bebas

Sistem Ekonomi Liberal adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan  kegiatan ekonomi. Dalam ekonomi liberal harga pasar dan laba sangat menentukan jawaban terhadap pertanyaan apa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi. Dengan demikian jawaban permasalahan ekonomi seluruhnya terdapat dipasar.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi sosialis dengan sistem ekonomi liberal, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian. Garis tengah ini tentunya disesuaikan dengan dimana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem campuran itu.

Soal Pilihan Ganda

1.   Akar permasalahan yang dihadapi manusia adalah….

A.  Adanya kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan manusia.

B.  Kebutuhan manusia terbatas dan alat pemenuhan kebutuhan manusia juga terbatas.

C.  Tersedianya barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

D. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas.

2.   Masalah ekonomi yang dihadapi oleh semua masyarakat atau Negara adalah…

A. what, how, for whom

B.  what, who, for whom

C.  what, how, where

D.  what, where, who

3.   Negara yang menganut sistem liberal adalah….

A.  Indonesia, Malaysia, Jepang

B.  Jepang, Singapura, Vietnam

C.  Jepang, Singapura, Brunei Darussalam

D. Amerika, Inggris, Perancis

4.   Inti masalah ekonomi adalah cara…

A.  Meningkatkan pendapatan nasional

B.  Meningkatkan kesejahteraan rakyat

C.  Memanfaatkan sumber daya alam

D.  Memenuhi kebutuhan

5.   Negara yang melaksanakan sistem ekonomi liberal adalah Negara….

A. Maju

B.  Berkembang

C.  Komunis

D.  Sosialis

6.   Kebaikan sistem ekonomi tradisional adalah…

A. Setiap orang termotivasi menjadi produsen

B.  Dapat meningkatkan efisiensi kualitas barang yang diproduksi

C.  Terdorong untuk mencapai kemakmuran

D.  Relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin

7.   Bagaimana permasalahan ekonomi dipecahkan pada Negara yang menganut sistem ekonomi liberal…

A.  Diselesaikan oleh pemerintah

B.  Diselesaikan bersama oleh pemerintah dan swasta

C. Diselesaikan oleh pasar

D.  Selesai dengan sendirinya

8.   Tokoh yang mempelopori sistem ekonomi terpusat adalah….

A.  Adam smith

B. Karl Marx

C.  David Ricardo

D.  Malthus

9.   Pengertian sistem ekonomi adalah…

A. Cara yang dilakukan suatu Negara dalam rangka memenuhi kebutuhan yang terbatas

B.  Cara yang baik dan terarah yang dilaksanakan oleh suatu masyarakat untuk mencapai tujuan

C.  Cara mengatur kehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan yang terbatas

D.  Keseluruhan lembaga ekonomi yang digunakan suatu Negara dalam rangka pencapaian tujuan

10. Dibawah ini adalah alasan-alasan yang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas, kecuali….

A.  Kemajuan teknologi

B.  Sifat alami manusia

C.  Alam dan lingkungan

D. Sifat asli manusia yang merasa puas

2. Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

A. Permintaan

1. Pengertian Permintaan (Demand).

Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga, pada waktu dan tempat tertentu.

Macam-macam Permintaan

a.   Permintaan Potensial (potential demand) adalah permintaan yang disertai kemampuan membeli, tetapi pembelian belum dilaksanakan karena alasan tertentu yang lebih penting.

b.   Permintaan Efektif (effective demand) adalah permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli dan pembelian dilakukan.

c.   Permintaan Absolut (absolute demand) adalah jumlah  seluruh permintaan masyarakat, baik permintaan potensial maupun permintaan aktif.

2. Hukum Permintaan.

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta(permintaan). Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta mempunyai hubungan negative atau terbalik.

Bunyi hukum permintaan sebagai berikut “Apabila harga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami penurunan, sebaliknya apabila harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami kenaikan.”

Hukum permintaan akan berlaku apabila kondisi ekonomi dalam keadaan “ceteris paribus” artinya tidak ada perubahan pada factor-faktor yang mempengaruhi permintaan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

1.   Adanya perubahan harga pada barang/jasa yang bersangkutan.

2.   Adanya perubahan pendapatan masyarakat

3.   Tingkat intensitas kebutuhan.

4.   Perubahan jumlah penduduk.

5.   Terjadinya perubahan selera konsumen.

6.   Ekspektasi/prediksi harga barang/jasa pada waktu yang akan datang.

7.   Adanya baranhg-barang subtitusi.

B. Penawaran

1. Pengertian Penawaran

Penawaran (Supplay) adalah sejumlah barang atau jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu.

2. Hukum Penawaran

Hukum penawaran menjelaskan tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan. Hukum penawaran menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan mempunyai hubungan positif atau berbanding lurus.

Bunyi hukum penawaran sebagai berikut. “Apabila harga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga akan mengalami kenaikan, sebaliknya apabila harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga mengalami penurunan.”

Hukum penawaran akan berlaku apabila kondisi ekonomi dalam keadaan “ceteris paribus” artinya tidak ada perubahan pada factor-faktor yang mempengaruhi penawaran.

Factor-faktor yang mempengaruhi penawaran;

1.   Biaya produksi

2.   Perubahan teknologi

3.   Keuntungan yang diharapkan

4.   Kebutuhan uang tunai

5.   Ekspektasi/prediksi harga pada waktu yang akan datang

6.   Adanya pajak dan subsidi

7.   Perubahan jumlah produsen

8.   Perubahan harga barang/jasa yang bersangkutan

9.   Keadaan cuaca/iklim/bencana dan keadaan geografis.

C. Harga Keseimbangan (Equilibrium Price)

1. Pengertian

Harga Keseimbangan adalah tingkat harga yang terjadi di pasar karena adanya kesepakatan harga antara permintaan dan penawaran.

Soal Pilihan Ganda

1.   Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran;

1.   biaya produksi

2.   kemajuan teknologi

3.   intensitas kebutuhan

4.   pendapatan konsumen

5.   adapt istiadat/tradisi

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah…

a.   1,2 dan 3

b. 1,3 dan 4

c.   2,3 dan 4

d.   2,3 dan 5

2.   Bertambahnya penduduk suatu wilayah akan mengakibatkan permintaan terhadap sembilan bahan pokok…

a.   Seimbang

b.   Menurun

c. Meningkat

d.   Berubah

3.   Jika harga turun maka jumlah barang yang diminta bertambah dan hubungan harga dengan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik, hal tersebut hukum…

a.   Gossen I

b. Permintaan

c.   Penawaran

d.   Permintaan dan penawaran

4.   Permintaan adalah…

a.   Jumlah barang yang digunakan perusahaan dalam waktu tertentu.

b.   Jumlah barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rumah tangga.

c.   Jumlah barang yang dijual pada suatu pasar, pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu

d. Jumlah barang/jasa yang ingin dibeli oleh konsumen dalam berbagai tingkat harga, pada waktu tertentu dan tempat tertentu.

5.   Hukum permintaan mengatakan bahwa antara harga dengan jumlah permintaan..

a. Berbanding terbalik

b.   Berhubungan mutlak

c.   Tidak ceteris paribus

d.   sejajar antara keduanya

6.   Hukum permintaan maupun hukum penawaran berlaku apabila kondisi ekonomi dalam keadaan ceteris paribus, artinya…

a.   Harga barang kebutuhan pokok mengalami penurunan harga

b. Semua faktor yang mempengaruhi permintaan tidak mengalami perubahan

c.   Konsumen beralih ke barang subtitusi karena daya belinya rendah

d.   Karena konsumen mengikuti perkembangan mode

7.   Salah satu yang menjadi pertimbangan produsen akan melepas atau menahan hasil produksinya adalah…

a.   Pertimbangan biaya produksi

b. Permintaan dan penawaran

c.   Adanya peraturan pemerintah

d.   adanya motif spekulasi

8.   Faktor yang mempengaruhi penawaran selain harga adalah, kecuali..

a.   Naiknya biaya produksi

b.   Penambahan jumlah produksi

c.   Adanya peraturan pemerintah

d. Kemajuan teknologi

9.   Berikut adalah kebijakan Pemerintah dalam pembentukan harga, kecuali…

a.   Memberikan subsidi

b.   Menetapkan pajak penjualan

c. Menetapkan harga eceran tertinggi

d.   Menetapkan harga terendah

10. Tujuan Pemerintah menetapkan harga minimum/terendah adalah untuk melindungi…

a.   Produsen

b. Konsumen

c.   Masyarakat pedesaan

d.   Petani penggara

3&4. Perilaku Konsumen

A. Perilaku Konsumen

Dalam kehidupan sehari-hari kita memenuhi kebutuhan hidup yang bermacam-macam dengan tingkat kehidupan yang berbeda tentu mempengaruhi terhadap cara kita membeli terhadap berbagai kebutuhan.

Berarti seorang pembeli atau konsumen dalam membeli barang ataupun jasa tergantung dari cara masing-masing konsumen. Dan pada umumnya konsumen membeli barang cenderung pada saat harga barang turun dan mengurangi pembelian pada saat harga naik. Dalam kegiatan ekonomi pembeli, melakukan pembelian sesuai jumlah pendapatan yang merupakan perilaku konsumen.

Perilaku konsumen adalah sikap konsumen dalam memenuhi kebutuhan yang disesuaikan dengan pendapatan. Dan perilaku konsumen ternyata erat kaitannya dengn nilai guru barang ataupun jasa (utility).

Biasanya orang membeli barang jasa karena barang/jasa tersebut mengandung kegunaan. Konsumen percaya bahwa barang/jasa bersangkutan dapat memuaskan kebutuhannya. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II tentang nilai guna barang dan tingkat kepuasan seseorang terhadap berbagai macam kebutuhan hidupnya.

Pendekatan Perilaku Konsumen

Kegiatan mengeluarkan uang untuk membeli barang dan jasa yang diperlukan disebut konsumsi. Konsumsi Agregat adalah konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat yang ada pada suatu Negara/daerah tertentu. Konsumsi dianggap sangat dipengaruhi oleh pendapatan. Jika pendapatan meningkat, maka konsumsi akan meningkat, walaupun tidak secepat peningkatan pendapatan.

Teori perilaku konsumen disebut juga dengan teori nilai guna, pendekatannya yang dapat dibagi menjadi:

a.      PendekatanKardinal

Pendekatan kardinal juga disebut sebagai pendekatan marginal utility. Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:
1. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur, util
2. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
3. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan           kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
4. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
Asumsi seorang konsumen
1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran
Cara untuk maksimisasi daya guna total konsumen adalah :
MUa = MUb = MUx

Pada pembahasan pendekatan Kardinal terdapat Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II, yang berbunyi:
Hukum Gossen I berbunyi:
“ Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus- menerus, maka rasa nikmatnya bermula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai titik jenuh.’
Hukum Gossen II berbunyi:
“Manusia akan berusaha memuaskan yang beraneka ragam sampai mencapai tingkat intensitas yang sama.”

Teori Kepuasan Konsumen
1. Nilai Guna Total Nilai kepuasan secara keseluruhan yang didapat konsumen dari
mengkonsumsi suatu barang dan jasa.
2. Nilai Guna Marginal (kepuasan marjinal)

Tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap
tambahan barang atau jasa yang di konsumsinya.

b. Pendekatan Ordinal

Pendekatan ordinal digunakan karena pendekatan kardinal bersifat subjektif, maka pendekatan ordinal lebih memberi penekatan pada preferensi yaitu membuat peringkat (rangking) atau urutan-urutan kombinasi barang yang dikonsumsi.

Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan  antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
1.Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

Pendekatan ordinal membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama.
Ciri – ciri kurva Indiferent :
1.Berlereng/ slope negatif. Hal ini menunjukkan apabila dia ingin mengkonsumsi barang X lebih banyak maka harus mengorbankan konsumsi terhadap barang Y
2.Cembung ke titik Origin ( Convex ) . Derajat penggantian antar barang konsumsi semakin menurun. Hal ini masih berkaitan dengan hukum Gossen, di mana apabila pada titik tertentu semakin banyak mengkonsumsi barang X akan mengakibatkan kehilangan atas barang X tidak begitu berarti dan sebaliknya atas barang Y
3.Tidak saling berpotongan. Ini berakitan dengan asumsi bahwa masing – masing kurva indiferent menunjukkan tingkat kepuasan yang sama. Dengan pengertian apabila A = B dan A = C maka otomatis C = B padahal yang terjadi tidak demikian.
4.Semakin ke kanan menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi. Ketika kurva bergeser ke kanan akan menunjukkan kombinasi barang X dan Y yang bisa dikonsumsi oleh seseorang semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan semakin bertambahnya kepuasan dengan pergeseran kurva ke kanan.

B. Konsep Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yaitu :

1. elastisitas harga permintaan

2. elastisitas silang

3. elastisitas pendapatan

1. Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)

Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.

Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, dama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :

  1. Tidak elastisitas (in elastic)
  2. Unitari (unity) dan
  3. Elastis (elastic)

Pada suatu kurva permintaan akan terdapat ketiga keadan tersebut, tergantung dititik mana mengjkurnya. Pada harga tinggi, elastisitasnya lebih besar dari satu atau elastis, pada harga yang rendah elastisitasnya kurang dari satu atau tidak elastis (in elastic), sedangkan titik tengah dari kurva permintaan mempunya elastisitas sama dengan satu atau unity (unitari),

Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :

  1. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.
  2. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.

Elastisitas akan besar bilamana :

  1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
  2. harga relatif tinggi
  3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain

Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana :

  1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
  2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
  3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.

2.  Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)

Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.

Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)

Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y

Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya  kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.

Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.

3.  Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)

Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.

Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perobahan pendapatan, dengan rumus.

Δ Q                Δ Y                                        Δ Q                Y

Em  =  ——-      :    ——–             atau      Em  = ——–   x     ——–

Q                   Y                                          ΔY                 Q

Jika Em= 1 (Unity), maka 1 % kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah barang yang diminta;

Jika Em>1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.

Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik.

Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau superior.

Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen.

Soal Pilihan Ganda

Pertanyaan Ganda

Pilihlah jawaban yang tepat !!!

  1. Konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat pada suatu negara/daerah tertentu disebut….
    1. konsumsi agregat                          d. konsumsi individu
    2. konsumsi makanan                        e. konsumsi masyarakat untuk barang
    3. konsumsi bukan makanan                 tertentu
  1. Jika pendapatan meningkat lima kali lipat, pengeluaran untuk makanan cenderung akan ….
    1. tetap jumlahnya
    2. meningkat walaupun tidak secepat peningkatan pendapatan
    3. meningkat kurang dari sepuluh kali lipat
    4. tetap kualitasnya
    5. menurun jumlahnya
  1. Semakin meningkat pendapatan, maka…..
  2. pengeluaran untuk barang-barang tahan lama akan meningkat
  3. pengeluaran untuk barang-barang tahan lama akan menurun
  4. pengeluaran untuk barang-barang tahan lama tidak berubah
  5. seluruh pengeluaran menurun
  6. sebagian pengeluaran menurun
  1. Yang disebut sebagai pendekatan marginal utility adalah….
  2. pendekatan ordinal                       d. pendekatan kardinal
  3. pendekatan kurva different          e. pendekatan konsumen
  4. pendekatan  kurva indifferent
  1. Manusia akan berusaha memuaskan kebutuhannya yang beraneka ragam sampai mencapai tingkat intensitas yang sama adalah bunyi…
    1. hukum gossen I                             d. hukum konsep ordinal
    2. hukum  gossen II                          e. hukum indifferent
    3. hukum konsep kardinal
  1. Kurva indifferent adalah…
  2. tingkat kepuasan total yang hanya dapat dibandingkan melalui urutannya
  3. tingkat kepuasan yang perlahan-lahan akan menurun hingga titik nol
  4. kurva yang menggambarkan titik-titik kombinasi konsumsi yang menunjukan tingkat utilitas yang sama
  5. jumlah kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi barang atau jasa
  6. tingkat kepuasan total yang diperoleh dari mengkonsumsi seluruh barang/jasa
  1. Pendekatan yang menunjukan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent adalah…
    1. pendekatan kardinal                      d. pendekatan produsen
    2. pendekatan ordinal                       e. pendekatan konsumsi
    3. pendekatan konsumen
  1. Semakin ke kanan kurva indifferent menunjukkan tingkat kepuasan yang …
  2. menurun                            d. meningkat lalu menurun
  3. tetap                                  e. semakin tinggi
  4. semakin menurun
  1. Ciri-ciri kurva indifferent, kecuali….

a.   Berlereng/ slope negatif

b.   Cembung ke titik Origin ( Convex )

c.   Tidak saling berpotongan

d.   Saling berpotongan

e.   Semakin ke kanan menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi

10.  Faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat konsumsi, kecuali…

  1. Kebudayaan                      d. harga barang
  2. adat istiadat                      e. pendapatan
  3. status social

Disusun Oleh : Rizka Amalia

11108712

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: