FUNGSI ORGANISASI UNTUK KITA

Manusia adalah mahluk sosial, tidak dapat terlepas dari interaksi dengan sesamanya. Manusia menyadari bahwa kekuatan diri sendiri itu minim dan memiliki banyak kelemahan. Oleh karena itu manusia saling membantu untuk mengatasi kesulitan-kesulitan hidup hingga akhirnya terbentuklah kelompok-kelompok yang di dalamnya terdapat hukum dan peraturan-peraturan. Peraturan tersebut dibuat karena manusia tersebut sendirilah yang menghendaki. Pada intinya mereka ingin terjadinya keteraturan dalam mayarakat dalam berbagi-bagi tugas agar tujuan akhir dapat tercapai. Dengan adanya peraturan berarti ada ikatan sehingga mau tidak mau semua orang tersebut harus patuh mengikuti peraturan itu, demi terlaksananya organisasi dengan tertib dan rapi. Dengan adanya aturan permainan itu seharusnya semua orang tahu visi dan misi organisasi. Di samping itu, seorang atasan harus mengerti pikiran bawahan dan seorang bawahan harus bisa membantu atasan. Organisasi itu adalah bagaikan piramida, kalau yang di bawah tidak menunjang maka organisasi tidak akan bisa jalan.  Dalam suatu organisasi itu ada bagian-bagian yang tampak dan ada bagian-bagian yang tak tampak.  Semuanya memiliki fungsi yang sama pentingnya. Kalau dimisalkan dengan sebuah jam, maka orang-orang dalam organisasi ada yang selalu bergerak semisal jarum jam yang terus berputar.Ada pula yang menjadi angka-angka yang tugasnya cuma nongkrong diam saja sambil menunjukkan wajahnya. Tetapi ada juga yang jadi mesin penggerak yang tersembunyi di belakang, atau sebagai baterainya yang diam seakan tak aktif tapi fungsinya sangat vital. Kita mingkin juga hanyalah sebuah mur/baut kecil yang tidak kelihatan dalam mesin jam itu, tapi tanpa kita maka jam itu tidak akan jalan. Dari permisalan ini, dapat kita tarik pelajaran, yaitu bahwa dalam berorganisasi kita harus berbagi tugas namun tetap sehati. Demikian juga Siu Tao tidak terlepas dari organisasi, kesolidan kita sebagai Taoyu harus selalu ditingkatkan supaya organisasi kita berjalan lancar. Oleh karena itu sebagai Taoyu kita harus sehati. Dengan sehati, barulah satu bagian dengan yang lainnya dapat menjalankan tugasnya masing-masing secara kompak dan baik. Dalam kesehatian itu, kita juga tidak meributkan hasilnya, tetapi memikirkan kerja terlebih dahulu. Yang terpenting adalah mengerti bekerja itu tujuannya apa. Tidak perlu menanyakan berapa akan dapat hasilnya, yang penting bisa memberi kontribusi (peran serta) dulu. Satu orang dengan orang yang lainnya masing-masing mengerti tanggung-jawabnya masing-masing. Semuanya harus mau berkorban (tanpa pamrih) untuk mencapai tujuan bersama yang diimpikan oleh semua orang. Berorganisasi adalah merupakan sebuah penggemblengaan diri juga dalam proses Siu Tao kita. Yang digembleng adalah diri pribadi agar dapat merubah diri anda menjadi berguna untuk orang lain. Proses Siu Tao adalah suatu proses juga yang mengubah diri anda agar menjadi berguna untuk diri sendiri dan buat orang lain juga.  Jadi organisasi adalah merupakan wadah amal bakti kita. Apalagi dalam sebuah organisasi sosial-keagamaan, maka peran serta diri anda di dalam organisasi adalah merupakan suatu bentuk amal secara langsung terhadap sesama dan lingkungan anda; dan sekaligus merupakan bakti terhadap Taonya (Jun shi zhong Dao). Oleh karena setiap orang Tao sudah tentu ingin memberikan sumbangsihnya kepada Tao dan masyarakat secara umum, maka perlulah sebuah kerja-sama yang baik agar terjadi kekompakan dan sinergi (manfaat yang lebih besar lagi dibanding dengan bila dilakukan secara sendiri-sendiri). Sudah tentu untuk mendapatkan sinergi ini kita harus menggunakan sebuah system yang efektif dan efisien. Tidak perlu berebut, tapi perlu manajemen. Untuk memanajemeni secara efektif dan efisien tentu membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan juga. Manusia tidak luput dari sifat keegoisan dan arogansi. Tetapi dalam berorganisasi, kita harus belajar untuk menumpas sifat keegoisan dan arogansi tersebut sehingga yang dipikirkan bukan hanya dirinya sendiri tetapi yang dipikirkan adalah kemajuan organisasi tersebut. Kita juga harus belajar untuk membasmi penyakit ‘mau untung sendiri’ dan belajar untuk tidak menghitung jasa. Agar supaya organisasi berjalan lancar, maka dibutuhkan komunikasi yang baik. Di antara pengurus harus selalu saling kontak dan bersilaturahmi ( saling berkunjung ) untuk mengakrabkan jalannya organisasi itu. Bersahabat, mengayomi, bersaudara, bersatu merupakan wujud dari sebuah penggemblengan Tao yang tinggi. Akhir kata dalam berorganisasi, jangan memikirkan dulu hasil yang didapat tetapi pikirkanlah bagaimana cara kerjanya yang baik. Ada kerja, pasti ada hasil, tidak kerja tidak akan ada hasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: